Rabu, 11 Maret 2015

TUGAS ISBD



Tugas 1 ISBD : “ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DAN BUDAYA”
ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DAN BUDAYA
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) oleh Drs. Ana Maulana, M.Pd
Disusun oleh : Ina Rosita
Jurusan : Manajemen Informatika/D3
Kelas :
6A
NPM:43121018
AKADEMIK MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GARUT
2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Secara sederhana ISBD adalah pengetahuan yang diharapakan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD pertama kali dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitism yang berasal dari istilah bahasa inggris “the humanities.” Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus.
Program pendidikan ISBD bersifat mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat, manusia yang memiliki tanggung jawab, serta mampu memecahkan masalah dalam lingkungan kemasyarakatannya sesuai dengan ilmu ISBD.
Ilmu Sosial Budaya Dasar sebagai integerasi dari ISD dan IBD juga memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.  
Berdasarkan paparan tersebut di atas,penulis memandang perlu untuk mengkaji lebih jauh tentang keberagaman budaya, karena informasi yang didapat akan dapat memberikan nilai tambah yang positif secara signifikan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal bagi siswa dan guru sebagai pengajar, maka penulis membuat makalah ini dengan judul “ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya”.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis merumuskan masalah mengenai ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.
Adapun rumusan masalah itu adalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian ISBD?
2. Apa sajakah masalah-masalah manusia?
3. Apa yang yang menyebabkan manusia memiliki masalah?
4. Apakah peran ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya?

C.    Maksud dan Tujuan Penyusunan
Maksud dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian ISBD.
2.      Untuk mengetahui masalah-masalah manusia.
3.      Untuk mengetahui penyebab manusia memiliki masalah.
4.      Untuk mengetahui peran ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.

D.    Manfaat Penyusunan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan mengenai :
1.      Pengertian ISBD.
2.      Masalah-masalah manusia.
3.      Penyebab manusia memiliki masalah.
4.      ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Ilmu Sosial Budaya Dasar
Ilmu sosial budaya dasar adalah suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek – aspek yang paling mendasar dan menonjol yang ada di dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki budaya dan permasalahan – permasalahan yang bersifat ada.
Aspek lain dari pengantar ilmu sosial budaya dasar merupakan pengenalan teori – teori ilmu sosial dan kebudayaan sehngga diekspektasikan seseorang dapat memiliki wawasan keilmuan yang bersifat multidipsliner yang bersangkutan dengan keagamaan, kesetaraan , dan manusia di dalam kehidupan bersosialisasi.
Secara umum, ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian manusia sebaga makhluk sosial ( zoon politicon ) dan sebagai makhluk budaya ( homo humanus ), sehingga mampu menghadapi secara kritis dan berwawasan luas masalah yang mengenai sosial budaya dan permasalahan lingkungan sosial budaya, serta dapat menyelesaikannya dengan baik, tujuan umum ilmu sosial budaya dasar ada beberapa yaitu yang pertama pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhlik berbudaya, yang kedua kemampuan seseorang menanggapi secara kritis dan berwawasan luas terhadap permasalahan sosial budaya dan permasalahan lingkungan sosial budaya, dan yang terakhir ketiga adalah kemampuan di dalam menyelesaikan secara baik, bijaksana dan obyektif permasalahan – permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat.
Sehingga secara umum kita harus memahami konsep – konsep dasar mengenai manusia sebagai makhluk sosial, dan manusia sebagai makhluk berbudaya memlki daya kritis, wawasan yang luas terhadap permasalahan lingkungan sosial budaya.
Manusia sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus ) artinya , manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsure akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya.
Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicon ) artinya , manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkrmbang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.


B.     Masalah-masalah Manusia
Setiap manusia memiliki masalah dan yang membedakan nya adalah volume dan jenis masalahnya. Manusia dapat dikatakan dewasa jika mampu menyikapi masalah – masalahnya.
Manusia memiliki masalah sosial, masalah sosial adalah suatu kondisi dimana terganggunya sebagian besar kehidupan masyarakat dan perlu dicari jalan pemecahannya.Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial selama dihadapkan kepada masalah sosial yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dan hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya. Masalah sosial ini tidaklah sama antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaannya, sifat kependudukannya, dan keadaan lingkungan alamnya.
Disiplin – disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong ke dalam ilmu sosial telah mempelajari hakikat masyarakat dengan perspektif yang berbeda – beda, maka terhadap keanekaragaman dalam melihat dan mempelajarinya. Masalah – masalah sosial merupakan hambatan dalam usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Pemecahannya menggunakan cara yang diketahuinya dan yang berlaku, tetapi aplikasinya menghadapi kenyataan, hal yang biasanya berlaku telah berubah, atau terhambat pelaksanaanya. Masalah – masalah tersebut dapat terwujud sebagai masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama, atau masalah – masalah lainnya.
Yang membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai – nilai moral dan pranata – pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan – hubungan manusia itu terwujud ( nisbet, 1961 ). Pengertian masalah sosial memiliki dua pendefinisian, yang pertama itu adalah menurut umum atau warga masyarakat, segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial, dan yang kedua yaitu menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.
Salah satu contoh masalah adalah seorang pedagang kaki lima. Menurut defenisi umum pedagang kaki lima bukan masalah sosial karena merupakan upaya mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bagi warga masyarakat pada taraf ekonomi tertentu sebaliknya para ahli perencanaan kota masyarakat pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan.
C.    Penyebab manusia memiliki masalah
Perkembangan budaya, budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal, moral, sopan, tata krama. Sedangkan daya adalah unsur perbuatan jasmani/ kekuatan/ kemampuan untuk cipta, rasa, karya, karsa. Jadi perkembangan budaya adalah perkembangan akal, moral, kesopanan , tata krama dalam perbuatan jasmani agar mampu menciptakan, merasakan, membuat karya yang mampu digunakan oleh manusia itu sendiri.
Budaya dibagi menjadi :
1.Fisik
Semua budaya yang berbentuk benda.
2.Non fisik
Berupa aturan, norma, adat – istiadat, sistem sosial. Proses terjadinya aturan, norma, adat – istiadat atas dasar kesepakatan masyarakat setempat dan tidak bersifat universal. Akal yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya.


D.    ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya
ISBD memberikan alternatif sudut pandang atas pemecahan masalah sosial budaya. Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin, khususnya ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi masalah sosial. Pendekatan dalam ISBD bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat integrasi. ISBD digunakan untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui pendekatan interdisipliner atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya. Sedangkan pendekatan dalam ilmu soaial lebih bersifat subject oriented, artinya berdasarkan sudut pandang dari ilmu sosial tersebut. Misalnya, ilmu Ekonomi melihat suatu masalah melalui perspektif Ekonomi serta pemecahan masalah melalui sudut pandang Ekonomi pula. Sedangkan pendekatan yang mendalam dalam ISBD dibebankan pada ilmu sosial dan budaya yang lebih bersifat toritis, baik menyangkut ruang lingkup, metode dan sistematikanya.
Harus dipahami bahwa manusia tidak terlepas dari gejala-gejala alam dan kehidupan lingkungan. Alam dan manusia akan saling mempengaruhi, namun sebagai subject kehidupan manusia perlu memperlakukan alam secara baik sehingga akan memberikan manfaat bagi kesejehteraan hidupnya. Berdasarkan hal tersebut, beberapa perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa dari program ilmu alam atau ekstata. Dengan demikian, mahasiswa sebagai calon ilmuwan dan profesional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana..
Dalam ISBD juga mempelajari sistem sosial. Sistem sosial adalah seperangkat aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, yang kadang berbenturan juga dengan budaya. Benturan budaya itu adalah priksi budaya ( karena memaksakan budaya/ norma/ kita dengan budaya/ norma orang lain.
Selain itu ISBD juga mempelajari mengenai sanksi. Intinya sanksi itu bersifat menyakitkan.
Sanksi terbagi menjadi :
1.Moral
Hati nurani yang dibayangi rasa bersalah dan berdosa.
2.Sosial
Sanksi dikucilkan masyarakat.
3.Hukum / fisik
Apabila melakukan pelanggaran aturan, norma, adat maka akan diproses dipengadilan dan dipenjara (KUHAP).
BAB III
PENUTUPAN
A. KESIMPULAN
Dari beberapa penjelasan mengenai pengantar ilmu sosial budaya dasar penulis menyimpulkan bahwa manusia itu tidak dapat hidup sendiri manusia adalah zoon politicon yang berarti di dalam berkembang kita harus saling melengkapi saling tolong menolong dan tidak dapat hidup sendiri butuh kerja sama bersosialisasi di ruang lingkup masyarakat, manusai juga sebagai makhluk yang berbudaya atau homo humanis yaitu manusia diciptakan memiliki ratio dan sense, manusia juga dapat mengembangkan budaya yang iya miliki dengan cara berbaur atau bergaul dengan suatu kelompok atau di dalam kehidupan berkeluarga.
Di dalam kehidupan juga kita tidak luput dari sebuah permasalahan yang ada di mulai dari masalah sosial, masalah keluarga, masalah budaya,masalah tingkah laku itu semua disebabkan akibat tingkah laku seseorang sendiri,sementara masalah sosial disebabkan karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaan, sifat kependudukannya dan keadaan lingkungan sekitarnya sehngga kita harus menempatkan diri dengan sebaik – baiknya berbaur dengan yang baik agar dapat berfikir dan mengarjakan sesuatu denga cara positif.

B. Saran
Sesuai dengan paparan tersebut diatas, penulis memberi saran bahwa kita sebagai manusia memang tidak akan pernah terlepas dari masalah. Namun, masalah yang kita hadapi merupakan peroses pendewasaan diri agar menjadi manusia seutuhnya. Hadapilah setiap masalah dengan positif dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

TUGAS 2 "MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA "
PERTANYAAN :
"MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA "
inti bahasan :
a. apakah kebudayaan
b. apakah mahluk budaya
c. menjelaskan, membuktikan memberikan contoh bahwa mns mahluk berbudaya
d. pengaruh kebudayaan bagi kehidupan mns

1.      Kebudayaan
Secara etimologi, kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta yaitu budhayah, yang merupakan bentuk jamak dari kata budik yang berarti “akal”.
Dalam bahasa asing kebudayaan disebut culture. Culture berasal dari kata latin yakni Colore, yang berarti mengolah atau mengerjakan, terutama yang berkaitan dengan tanah.
Perkataan kebudayaan dalam pembicaraan sehari-hari sering digunakan untuk maksud yang artinya sebagian dari kebudyaan saja. Sering kita dengar tentang malam kebudayaan, gedung kebudayaan, perkumpulan kebudayaan, yang kalau kita tinjau maksudnya ternyata yang dimaksud adalah bagian dari kebudayaan, yaitu berupa macam-macam kesenian. Kesenian termasuk kebudayaan. Tetapi kesenian saja belum merupakan kebudayaan seluruhnya, hanya sebagian kecil.
Beberapa ahli antropologi merumuskan pengertian kebudayaan, sebagai berikut:
a.       E.B. Tyler
kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
b.  Ralph Linton
Kabudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
c.  White
kebudayan adalah sesuatu organisasi dari tingkah laku.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

2.      Mahluk budaya
Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kekhalifahannya di bumi, disamping tanggung jawab dan etika moral yang harus dimiliki. Jika akhlak suatu bangsa sudah terabaikan, maka peradaban dan budaya bangsa tersebut akan hancur dengan sendirinya. Oleh karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi (tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.
Hubungan Antar Manusia dan Budaya
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar, melalui beberapa tahapan :
a.       Eksternalisasi, adalah proses manusia mengekspresikan dirinya dalam membangun dunianya
b.      Obyektivitas, proses msyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
c.       Internalisasi, proses masyarakat disergap kembali oleh manusia, yakni manusia ang mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat hidup dengan baik
Selain itu, manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu :
a.       Penganut kebudayaan
b.      Pembawa kebudayaan
c.       Manipulator kebudayaan
d.      Pencipta kebudayaan

Kebutuhan Manusia sebagai Makhluk Budaya
Kebutuhan manusia akan pengungkapan perasaan keindahan terbukti secara universal dan berlangsung sepanjang sejarah keberadaan manusia. Hasil-hasil penelitian lintas budaya dan prasejarah menunjukan bukti-bukti kuat tentang tidak adanya kebudayaan yang didalamnya tidak menampung bentuk-bentuk ekspresi keindahan. Hal ini menunjukkan bahwa betapapun sederhananya tingkat kehidupan manusia, disela-sela upaya pemenuhan kebutuhan utamanya, manusia senantiasa mencari peluang untuk memenuhi hasrat mengungkapkan dan memanfaatkan keindahan. Hal inilah yang mendasari kebutuhan manusia sebagai makhluk budaya.
Kesenian merupakan salah satu dari diantara kebutuhan integratif, terutama yang berkait erat dengan kebutuhan akan pengungkapan rasa keindahan. Karena itu, jenis kebutuhan integratif ini bersifat universal tanpa mengenal kedudukan, waktu, dan tempat. Di mana ada komunitas manusia, seni akan selalu hadir. Hal ini tidak berarti bahwa semua bentuk seni atau aneka ragam ekspresi senantiasa hadir dan berkembang secara sama dalam setiap kebudayaan. Kebutuhan integratif ini  berhubungan dengan hakikat manusia sebagai makhluk berpikir, bermoral, dan bercita rasa. Kebutuhan integrasi ini berperan untuk menyatukan dan menyeimbangkan berbagai usaha pemenuhan kebutuhan menjadi suatu sistem yang bulat menyeluruh dan masuk akal bagi manusia selaku pendukung sebuah kebudayaan.

3.      Pembuktian manusia adalah mahluk berbudaya
Sebagai mahluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya. Sebagai catatan bahwa dengan pikirannya manusia mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan kehendaknya manusia mengarahkan perilakunya dan dengan perasaannya manusia dapat mencapai kebahagiaan. Adapun sarana untuk memelihara dan meningkatkan ilmu pengetahuan dinamakan LOGIKA. Sarana untuk meningkatkan dan memelihara pola perilaku dan mutu kesenian adalah ETIKA dan ESTETIKA.
Tujuan dari pemahaman bahwa manusia sebagai mahluk budaya, agar dapat dijadikan dasar pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematic budaya yang berkembang di masyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan mahluk biologis saja namun juga sebagai mahluk social, ekonomi, politik dan mahluk budaya.
Dengan hasil budaya manusia, maka terjadilah pula kehidupan. Pola kehidupan inilah yang menyebabkan hidup bersama dan dengan pola kehidupan ini dapat mempengaruhi cara berfikir dan gerak social. Dengan memfungsikan akal budinya dan pengetahuan kebudayaannya, manusia bisa mempertimbangkan dan menyikapi problema budayanya.
Kebudayaan perlu dikaji agar kita bias mengembangkan kepribadian dan wawasan berfikir. Kebudayaan diciptakan manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam rangka mempertahankan hidup serta meningkatkan kesejahteraannya. Dalam proses perkembangan kebudayaan terjadi pula penyimpangan dari tujuan penciptaan kebudayaan yang disebut MASALAH KEBUDAYAAN.
Masalah kebudayaan adalah segala system/tata nilai, sikap mental, pola berfikir pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan. Masalah tata nilai dapat menimbulkan kasus-kasus kemasyarakatan antara lain : DEHUMANISASI, artinya pengurangan arti kemanusiaan seseorang. Jadi kita melihat Dehumanisasi terjadi akibat perubahan sikap manusia sebagai dampak dari penyimpangan tujuan pengembangan kebudayaan. Untuk mengantisipasi hal itu, manusia harus dikenalkan pada pengetahuan kebudayaan dan filsafat. Melalui filsafat bias memaknai tentang etika, estetika dan logika.
Jadi melalui kajian pengetahuan budaya, kita ingin menciptakan atau penertiban dan pengolahan nilaii-nilai insane sebagai usaha memanusiakan diri dalam alam lingkungannya baik secara fisik maupun mental. Manusia memanusiakan dirinya dan lingkungannya, artinya manusia membudayakan alam, memanusiakan hidup dan menyempurnakan hubungan insane.

a.      Masalah Dalam Kebudayaan
Gabungan dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya menyeluruh (culture universal). Terjadinya unsur-unsur budaya tersebut dapat melalui discovery (penemuan atau usaha yang disengaja untuk menemukan hal-hal baru). Masalah yang muncul dari kejadian ini adalah perubahan bersifat regress (kemunduran) dan atau perubahan melalui revolusi.
Contoh masalah kebudayaan yang terjadi dalam kehidupan saat ini, antara lain:
1.      Pemerintah lebih mengutamakan budaya konsumtif warga negaranya
2.      Pemakaian produk luar negeri lebih mendominasi dibanding produk dalam negeri
3.      Kebudayaan luar yang sebenarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita, sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat
4.      Anak bangsa saat ini kurang  adanya rasa memiliki kebudayaan serta melestarikan warisan budaya nenek moyang kita

b.      Upaya Mengatasi Masalah Kebudayaan
Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku. Dari beberapa contoh masalah kebudayaan tersebut, maka upaya yang dapat kita lakukan antara lain:
1.      Pemerintah harus mampu memfasilitasi serta membekali warga negaranya dengan SDM yang memadai, agar dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk luar negeri
2.      Pemerintah harus menekan masuknya produk asing ke dalam negeri
3.      harus menyaring segala bentuk kebudayaan yang masuk dalam kehidupan kita, sehingga tidak merusak moral bangsa
4.      Pemerintah harus mengadakan penyuluhan atau pembenahan pola pikir anak bangsa, sehingga timbul kesadaran akan pentingnya menjaga serta melestarikan kebudayaan yang kita miliki


4.  Pengaruh kebudayaan
a.       Perkembangan kebudayaan
Perkembangan Budaya Indonesia kalau kita berbicara tentang kebudayaan bangsa Indonesia biasanya akan membanggakan candi Borobudur, Prambanan, musik gamelan dan berbagai warisan budaya nenek moyang berabad-abad yang lalu. Jarang yang menyebut karya-karya para seniman kontemporer. Mungkin juga memang benar prestasi bangsa kita dalam bidang kesenian kontemporer belum ada yang dapat diketengahkan dalam percaturan dunia.
Demikian pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya dimasa lampau, walaupun perkembangannya akhir-akhir ini agak tertinggal apabila dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun, masyarakat dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah mengalami kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun pergantian generasi.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Batik adalah salah satu kebudayaan dari Indonesia, batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Dan sekarang ini batik adalah warisan budaya Indonesia. Unesco , Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.
Dengan adanya peresmian Batik sebagai budaya asli Indonesia, ini membuktikan bahwa perkembangan budaya di Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat, oleh karena itu kita sebagai warga Negara Indonesia dan yang mencintai budaya asli Indonesia sebaiknya kita terus melestarikan budaya asli khas Indonesia. Jangan sampai budaya asli Indonesia diakui oleh Negara lain dikarenakan oleh warga negara kita sendiri tidak mau melestarikan budaya kita.

b.      Dampak kebudayaan asing
Ada beberapa bagian dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Berikut, data dari budaya yang di klaim oleh negara lain:
1.      Naskah kuno dari Sulawesi Tenggara oleh pemerintah Malaysia
2.      Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
3.      Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh oknum WN Belanda
4.      Sambal Petai dari Riau oleh oknum WN Belanda
5.      Tempe dari Jawa oleh beberapa perusahaan asing
6.      Lagu Rasa Sayange dari Maluku oleh pemerintah Malaysia

c.       Pengaruh bagi kehidupan sehari-hari
kita sadari bahwa dari sebagian banyak orang tahu tentang arti dari sebuah kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan salah satu acuan hidup kita untuk menjadi seseorang yang ingin lebih dipandang, baik itu dari kebudayaan barat maupun dari kebudayaan daerah. Maka dari itu tidak dapat dipungkiri , bahwa peradaban yang lebih maju akan sangat berpengaruh terhadap peradaban yang berkembang belakangan. Seperti budaya barat yang terus berproses dinamis dan teruji yang akan berpengaruh terhadap peradaban lain, Peradaban timur misalnya.
kita tahu bahwa pengaruh interaksi dengan budaya barat mewarnai kehidupan bangsa indonesia. Karena budaya barat dianggap sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan indonesia. Padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi masyarakatnya sendiri.
Misalanya saja kebudayaan yang tidak baik terhadap kepribadian, contohnya budaya pergaulan bebas gaya barat yang mempengaruhi kepribadian kita menjadi liar dan susah diatur, selalu saja ingin hidup bebas tanpa aturan, serta gaya hidup malam yang sangat disenangi oleh kaum pria maupun wanita. Jadi inilah efek dari kebudayaan barat yang telah masuk dalam suatu bangsa Indonesia yang mayoritas dicontoh oleh para kaum remaja.
Jadi pada intinya kita tidak bisa menutup berbagai sumber kebudayaan dari luar, oleh karena itu sebaiknya kita filter yang ada dalam diri kita sendiri. Baik buruknya suatu budaya tergantung dari diri kita untuk menyikapinya. Karena kebebasan dan kesenangan hidup masyarakat barat tidak selamanya positif. Banyak kalangan remaja yang sedang mencari jati diri tergusur oleh tren-tren yang tak pernah berhenti di iklankan sebagai suatu gaya hidup yang menyenangkan dan mendunia. Serta banyak norma-norma masyarakat pribumi di indonesia yang terkikis dalam generasi mudanya.

d.      Dampak positif
Dengan adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.
Lebih lanjut lagi dampak positif dalam globalisasi misalnya, adalah:
1.      Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
2.      Terjadinya industrialisasi.
3.      Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
4.      Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah  skill dan pengetahuan yang dimiliki.
5.      Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi.

e.       Dampak negatif
Dapat menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah.
Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Lebih lanjut lagi mengenai dampak negatif yang ada, misalnya :
1.      Penyalahgunaan Fungsi
bebasnya setiap orang mengakses ataupun menggunakan teknologi, maka dengan mudah juga terjadi penyalahgunaan fungsi dari teknologi tersebut.
2.      Pemborosan Biaya
Teknologi yang tidak akan ada habisnya, akan membuat para penggunanya tidak pernah puas sehingga perlu biaya untuk selalu mengupdate teknologi yang mereka miliki ataupun penggunaan teknologi komunikasi yang makin meluas juga diikuti penambahan biaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar