Tugas 1 ISBD
: “ISBD SEBAGAI ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DAN BUDAYA”
ISBD SEBAGAI ALTERNATIF
PEMECAHAN MASALAH SOSIAL DAN BUDAYA
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) oleh Drs. Ana Maulana, M.Pd
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) oleh Drs. Ana Maulana, M.Pd
Disusun oleh : Ina Rosita
Jurusan : Manajemen Informatika/D3
Kelas : 6A
NPM:43121018
Kelas : 6A
NPM:43121018
AKADEMIK
MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER GARUT
2015
2015
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Secara
sederhana ISBD adalah pengetahuan yang diharapakan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengetahuan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah ISBD pertama kali
dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitism yang
berasal dari istilah bahasa inggris “the humanities.” Adapun istilah humanities
itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya
dan halus.
Program pendidikan ISBD bersifat mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat, manusia yang memiliki tanggung jawab, serta mampu memecahkan masalah dalam lingkungan kemasyarakatannya sesuai dengan ilmu ISBD.
Program pendidikan ISBD bersifat mengantarkan mahasiswa memiliki kemampuan individu untuk menempatkan diri sebagai anggota masyarakat, manusia yang memiliki tanggung jawab, serta mampu memecahkan masalah dalam lingkungan kemasyarakatannya sesuai dengan ilmu ISBD.
Ilmu
Sosial Budaya Dasar sebagai integerasi dari ISD dan IBD juga memberikan
dasar-dasar pengetahuan sosial dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa,
sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga
diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi
pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
Berdasarkan
paparan tersebut di atas,penulis memandang perlu untuk mengkaji lebih jauh
tentang keberagaman budaya, karena informasi yang didapat akan dapat memberikan
nilai tambah yang positif secara signifikan terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran yang optimal bagi siswa dan guru sebagai pengajar, maka penulis
membuat makalah ini dengan judul “ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah
sosial dan budaya”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang tersebut maka penulis merumuskan masalah mengenai ISBD sebagai
alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.
Adapun rumusan masalah itu adalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian ISBD?
2. Apa sajakah masalah-masalah manusia?
3. Apa yang yang menyebabkan manusia memiliki masalah?
4. Apakah peran ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya?
Adapun rumusan masalah itu adalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian ISBD?
2. Apa sajakah masalah-masalah manusia?
3. Apa yang yang menyebabkan manusia memiliki masalah?
4. Apakah peran ISBD sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya?
C. Maksud dan Tujuan Penyusunan
Maksud
dan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui pengertian ISBD.
2.
Untuk mengetahui masalah-masalah
manusia.
3.
Untuk mengetahui penyebab manusia
memiliki masalah.
4.
Untuk mengetahui peran ISBD
sebagai alternatif pemecahan masalah sosial dan budaya.
D. Manfaat Penyusunan
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan mengenai :
1.
Pengertian ISBD.
2.
Masalah-masalah manusia.
3.
Penyebab manusia memiliki masalah.
4.
ISBD sebagai alternatif pemecahan
masalah sosial dan budaya.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Ilmu Sosial Budaya Dasar
Ilmu
sosial budaya dasar adalah suatu rangkaian pengetahuan mengenai aspek – aspek
yang paling mendasar dan menonjol yang ada di dalam kehidupan manusia sebagai
makhluk sosial yang memiliki budaya dan permasalahan – permasalahan yang
bersifat ada.
Aspek
lain dari pengantar ilmu sosial budaya dasar merupakan pengenalan teori – teori
ilmu sosial dan kebudayaan sehngga diekspektasikan seseorang dapat memiliki
wawasan keilmuan yang bersifat multidipsliner yang bersangkutan dengan
keagamaan, kesetaraan , dan manusia di dalam kehidupan bersosialisasi.
Secara
umum, ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian
manusia sebaga makhluk sosial ( zoon politicon ) dan sebagai makhluk budaya (
homo humanus ), sehingga mampu menghadapi secara kritis dan berwawasan luas
masalah yang mengenai sosial budaya dan permasalahan lingkungan sosial budaya,
serta dapat menyelesaikannya dengan baik, tujuan umum ilmu sosial budaya dasar
ada beberapa yaitu yang pertama pengembangan kepribadian manusia sebagai
makhluk sosial dan makhlik berbudaya, yang kedua kemampuan seseorang menanggapi
secara kritis dan berwawasan luas terhadap permasalahan sosial budaya dan
permasalahan lingkungan sosial budaya, dan yang terakhir ketiga adalah
kemampuan di dalam menyelesaikan secara baik, bijaksana dan obyektif
permasalahan – permasalahan di dalam kehidupan bermasyarakat.
Sehingga
secara umum kita harus memahami konsep – konsep dasar mengenai manusia sebagai
makhluk sosial, dan manusia sebagai makhluk berbudaya memlki daya kritis,
wawasan yang luas terhadap permasalahan lingkungan sosial budaya.
Manusia sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus ) artinya , manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsure akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya.
Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicon ) artinya , manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkrmbang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.
Manusia sebagai makhluk berbudaya ( homo humanus ) artinya , manusia itu makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah di bekali dengan unsure akal (ratio), rasa (sense) yang membedakannya dengan makhluk lainnya.
Manusia sebagai makhluk sosial ( zoon politicon ) artinya , manusia sebagai individu tidak akan mampu hidup sendiri dan berkrmbang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lainnya. Manusia harus hidup bermasyarakat saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.
B. Masalah-masalah Manusia
Setiap
manusia memiliki masalah dan yang membedakan nya adalah volume dan jenis
masalahnya. Manusia dapat dikatakan dewasa jika mampu menyikapi masalah –
masalahnya.
Manusia
memiliki masalah sosial, masalah sosial adalah suatu kondisi dimana
terganggunya sebagian besar kehidupan masyarakat dan perlu dicari jalan
pemecahannya.Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial selama dihadapkan kepada
masalah sosial yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Masalah sosial ini
timbul sebagai akibat dan hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat
tingkah lakunya. Masalah sosial ini tidaklah sama antara masyarakat yang satu
dengan masyarakat lainnya karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan
kebudayaannya, sifat kependudukannya, dan keadaan lingkungan alamnya.
Disiplin
– disiplin ilmu pengetahuan yang tergolong ke dalam ilmu sosial telah
mempelajari hakikat masyarakat dengan perspektif yang berbeda – beda, maka
terhadap keanekaragaman dalam melihat dan mempelajarinya. Masalah – masalah
sosial merupakan hambatan dalam usaha untuk mencapai sesuatu yang diinginkan.
Pemecahannya menggunakan cara yang diketahuinya dan yang berlaku, tetapi
aplikasinya menghadapi kenyataan, hal yang biasanya berlaku telah berubah, atau
terhambat pelaksanaanya. Masalah – masalah tersebut dapat terwujud sebagai
masalah sosial, masalah moral, masalah politik, masalah ekonomi, masalah agama,
atau masalah – masalah lainnya.
Yang
membedakan masalah sosial dengan masalah lainnya adalah bahwa masalah sosial
selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai – nilai moral dan pranata –
pranata sosial, serta ada kaitannya dengan hubungan – hubungan manusia itu
terwujud ( nisbet, 1961 ). Pengertian masalah sosial memiliki dua
pendefinisian, yang pertama itu adalah menurut umum atau warga masyarakat,
segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masalah sosial, dan yang
kedua yaitu menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondisi atau
perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi,
mempunyai sifat yang dapat menimbulakan kekacauan terhadap kehidupan warga
masyarakat secara keseluruhan.
Salah
satu contoh masalah adalah seorang pedagang kaki lima. Menurut defenisi umum
pedagang kaki lima bukan masalah sosial karena merupakan upaya mencari nafkah
untuk kelangsungan hidupnya, dan pelayanan bagi warga masyarakat pada taraf
ekonomi tertentu sebaliknya para ahli perencanaan kota masyarakat pedagang kaki
lima sebagai sumber kekacauan lalu lintas dan peluang kejahatan.
C. Penyebab manusia memiliki
masalah
Perkembangan budaya,
budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal, moral, sopan, tata
krama. Sedangkan daya adalah unsur perbuatan jasmani/ kekuatan/ kemampuan untuk
cipta, rasa, karya, karsa. Jadi perkembangan budaya adalah perkembangan akal,
moral, kesopanan , tata krama dalam perbuatan jasmani agar mampu menciptakan,
merasakan, membuat karya yang mampu digunakan oleh manusia itu sendiri.
Budaya dibagi menjadi :
1.Fisik
Semua budaya yang berbentuk benda.
2.Non fisik
Berupa aturan, norma, adat – istiadat, sistem sosial. Proses terjadinya aturan, norma, adat – istiadat atas dasar kesepakatan masyarakat setempat dan tidak bersifat universal. Akal yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya.
Budaya dibagi menjadi :
1.Fisik
Semua budaya yang berbentuk benda.
2.Non fisik
Berupa aturan, norma, adat – istiadat, sistem sosial. Proses terjadinya aturan, norma, adat – istiadat atas dasar kesepakatan masyarakat setempat dan tidak bersifat universal. Akal yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya.
D. ISBD sebagai alternatif
pemecahan masalah sosial dan budaya
ISBD
memberikan alternatif sudut pandang atas pemecahan masalah sosial budaya.
Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin,
khususnya ilmu-ilmu sosial dalam menghadapi masalah sosial. Pendekatan dalam
ISBD bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat integrasi.
ISBD digunakan untuk mencari pemecahan masalah kemasyarakatan melalui
pendekatan interdisipliner atau multidisipliner ilmu-ilmu sosial dan budaya.
Sedangkan pendekatan dalam ilmu soaial lebih bersifat subject oriented, artinya
berdasarkan sudut pandang dari ilmu sosial tersebut. Misalnya, ilmu Ekonomi
melihat suatu masalah melalui perspektif Ekonomi serta pemecahan masalah
melalui sudut pandang Ekonomi pula. Sedangkan pendekatan yang mendalam dalam
ISBD dibebankan pada ilmu sosial dan budaya yang lebih bersifat toritis, baik
menyangkut ruang lingkup, metode dan sistematikanya.
Harus
dipahami bahwa manusia tidak terlepas dari gejala-gejala alam dan kehidupan
lingkungan. Alam dan manusia akan saling mempengaruhi, namun sebagai subject
kehidupan manusia perlu memperlakukan alam secara baik sehingga akan memberikan
manfaat bagi kesejehteraan hidupnya. Berdasarkan hal tersebut, beberapa
perguruan tinggi memberlakukan ISBD sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa
dari program ilmu alam atau ekstata. Dengan demikian, mahasiswa sebagai calon
ilmuwan dan profesional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana..
Dalam
ISBD juga mempelajari sistem sosial. Sistem sosial adalah seperangkat aturan
yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, yang kadang berbenturan juga dengan
budaya. Benturan budaya itu adalah priksi budaya ( karena memaksakan budaya/
norma/ kita dengan budaya/ norma orang lain.
Selain
itu ISBD juga mempelajari mengenai sanksi. Intinya sanksi itu bersifat
menyakitkan.
Sanksi terbagi menjadi :
1.Moral
Hati nurani yang dibayangi rasa bersalah dan berdosa.
2.Sosial
Sanksi dikucilkan masyarakat.
3.Hukum / fisik
Apabila melakukan pelanggaran aturan, norma, adat maka akan diproses dipengadilan dan dipenjara (KUHAP).
1.Moral
Hati nurani yang dibayangi rasa bersalah dan berdosa.
2.Sosial
Sanksi dikucilkan masyarakat.
3.Hukum / fisik
Apabila melakukan pelanggaran aturan, norma, adat maka akan diproses dipengadilan dan dipenjara (KUHAP).
BAB III
PENUTUPAN
A. KESIMPULANPENUTUPAN
Dari beberapa penjelasan mengenai pengantar ilmu sosial budaya dasar penulis menyimpulkan bahwa manusia itu tidak dapat hidup sendiri manusia adalah zoon politicon yang berarti di dalam berkembang kita harus saling melengkapi saling tolong menolong dan tidak dapat hidup sendiri butuh kerja sama bersosialisasi di ruang lingkup masyarakat, manusai juga sebagai makhluk yang berbudaya atau homo humanis yaitu manusia diciptakan memiliki ratio dan sense, manusia juga dapat mengembangkan budaya yang iya miliki dengan cara berbaur atau bergaul dengan suatu kelompok atau di dalam kehidupan berkeluarga.
Di dalam kehidupan juga kita tidak luput dari sebuah permasalahan yang ada di mulai dari masalah sosial, masalah keluarga, masalah budaya,masalah tingkah laku itu semua disebabkan akibat tingkah laku seseorang sendiri,sementara masalah sosial disebabkan karena adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan kebudayaan, sifat kependudukannya dan keadaan lingkungan sekitarnya sehngga kita harus menempatkan diri dengan sebaik – baiknya berbaur dengan yang baik agar dapat berfikir dan mengarjakan sesuatu denga cara positif.
B. Saran
Sesuai dengan paparan tersebut diatas, penulis memberi saran bahwa kita sebagai manusia memang tidak akan pernah terlepas dari masalah. Namun, masalah yang kita hadapi merupakan peroses pendewasaan diri agar menjadi manusia seutuhnya. Hadapilah setiap masalah dengan positif dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
TUGAS 2 "MANUSIA SEBAGAI MAHLUK BUDAYA "
PERTANYAAN :
"MANUSIA
SEBAGAI MAHLUK BUDAYA "
inti bahasan :
a. apakah kebudayaan
b. apakah mahluk budaya
c. menjelaskan, membuktikan memberikan contoh bahwa mns mahluk berbudaya
d. pengaruh kebudayaan bagi kehidupan mns
inti bahasan :
a. apakah kebudayaan
b. apakah mahluk budaya
c. menjelaskan, membuktikan memberikan contoh bahwa mns mahluk berbudaya
d. pengaruh kebudayaan bagi kehidupan mns
1. Kebudayaan
Secara
etimologi, kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta yaitu budhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari kata budik yang berarti
“akal”.
Dalam bahasa
asing kebudayaan disebut culture. Culture berasal dari kata latin
yakni Colore, yang berarti mengolah atau mengerjakan, terutama yang
berkaitan dengan tanah.
Perkataan
kebudayaan dalam pembicaraan sehari-hari sering digunakan untuk maksud yang
artinya sebagian dari kebudyaan saja. Sering kita dengar tentang malam
kebudayaan, gedung kebudayaan, perkumpulan kebudayaan, yang kalau kita tinjau maksudnya
ternyata yang dimaksud adalah bagian dari kebudayaan, yaitu berupa macam-macam
kesenian. Kesenian termasuk kebudayaan. Tetapi kesenian saja belum merupakan
kebudayaan seluruhnya, hanya sebagian kecil.
Beberapa
ahli antropologi merumuskan pengertian kebudayaan, sebagai berikut:
a. E.B. Tyler
kebudayaan
adalah keseluruhan yang kompleks di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain serta kebiasaan
yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
b. Ralph Linton
Kabudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
Kabudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
c. White
kebudayan adalah sesuatu organisasi dari tingkah laku.
kebudayan adalah sesuatu organisasi dari tingkah laku.
Dari berbagai definisi tersebut,
dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan
memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa
perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
2. Mahluk
budaya
Manusia
sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya,
mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Oleh karena itu
manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan
kekhalifahannya di bumi, disamping tanggung jawab dan etika
moral yang harus dimiliki. Jika akhlak suatu bangsa sudah terabaikan,
maka peradaban dan budaya bangsa tersebut akan hancur dengan sendirinya. Oleh
karena itu untuk menjadi manusia yang berbudaya, harus memiliki ilmu
pengetahuan, teknologi, budaya dan industrialisasi serta akhlak yang tinggi
(tata nilai budaya) sebagai suatu kesinambungan yang saling bersinergi.
Hubungan Antar Manusia dan Budaya
Manusia
sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri
dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari
hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh yang Maha
Kuasa. Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat.
Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Tindakan yang berupa
kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar, melalui beberapa tahapan :
a.
Eksternalisasi, adalah proses manusia mengekspresikan
dirinya dalam membangun dunianya
b.
Obyektivitas, proses msyarakat menjadi realitas
obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan
manusia
c.
Internalisasi, proses masyarakat disergap kembali oleh
manusia, yakni manusia ang mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat
hidup dengan baik
Selain itu, manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu :
a.
Penganut kebudayaan
b.
Pembawa kebudayaan
c.
Manipulator kebudayaan
d.
Pencipta kebudayaan
Kebutuhan Manusia sebagai
Makhluk Budaya
Kebutuhan
manusia akan pengungkapan perasaan keindahan terbukti secara universal dan
berlangsung sepanjang sejarah keberadaan manusia. Hasil-hasil penelitian lintas
budaya dan prasejarah menunjukan bukti-bukti kuat tentang tidak adanya
kebudayaan yang didalamnya tidak menampung bentuk-bentuk ekspresi keindahan.
Hal ini menunjukkan bahwa betapapun sederhananya tingkat kehidupan manusia,
disela-sela upaya pemenuhan kebutuhan utamanya, manusia senantiasa mencari
peluang untuk memenuhi hasrat mengungkapkan dan memanfaatkan keindahan. Hal
inilah yang mendasari kebutuhan manusia sebagai makhluk budaya.
Kesenian
merupakan salah satu dari diantara kebutuhan integratif, terutama yang berkait
erat dengan kebutuhan akan pengungkapan rasa keindahan. Karena itu, jenis
kebutuhan integratif ini bersifat universal tanpa mengenal kedudukan, waktu,
dan tempat. Di mana ada komunitas manusia, seni akan selalu hadir. Hal ini
tidak berarti bahwa semua bentuk seni atau aneka ragam ekspresi senantiasa
hadir dan berkembang secara sama dalam setiap kebudayaan. Kebutuhan integratif
ini berhubungan dengan hakikat manusia sebagai makhluk berpikir,
bermoral, dan bercita rasa. Kebutuhan integrasi ini berperan untuk menyatukan
dan menyeimbangkan berbagai usaha pemenuhan kebutuhan menjadi suatu sistem yang
bulat menyeluruh dan masuk akal bagi manusia selaku pendukung sebuah
kebudayaan.
3. Pembuktian
manusia adalah mahluk berbudaya
Sebagai
mahluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan
kebahagiaan baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan
hidupnya. Sebagai catatan bahwa dengan pikirannya manusia mendapatkan ilmu
pengetahuan. Dengan kehendaknya manusia mengarahkan perilakunya dan dengan
perasaannya manusia dapat mencapai kebahagiaan. Adapun sarana untuk memelihara
dan meningkatkan ilmu pengetahuan dinamakan LOGIKA. Sarana untuk meningkatkan
dan memelihara pola perilaku dan mutu kesenian adalah ETIKA dan ESTETIKA.
Tujuan dari
pemahaman bahwa manusia sebagai mahluk budaya, agar dapat dijadikan dasar
pengetahuan dalam mempertimbangkan dan mensikapi berbagai problematic budaya
yang berkembang di masyarakat sehingga manusia tidak semata-mata merupakan
mahluk biologis saja namun juga sebagai mahluk social, ekonomi, politik dan
mahluk budaya.
Dengan hasil
budaya manusia, maka terjadilah pula kehidupan. Pola kehidupan inilah yang menyebabkan
hidup bersama dan dengan pola kehidupan ini dapat mempengaruhi cara berfikir
dan gerak social. Dengan memfungsikan akal budinya dan pengetahuan
kebudayaannya, manusia bisa mempertimbangkan dan menyikapi problema budayanya.
Kebudayaan
perlu dikaji agar kita bias mengembangkan kepribadian dan wawasan berfikir.
Kebudayaan diciptakan manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia
dalam rangka mempertahankan hidup serta meningkatkan kesejahteraannya. Dalam
proses perkembangan kebudayaan terjadi pula penyimpangan dari tujuan penciptaan
kebudayaan yang disebut MASALAH KEBUDAYAAN.
Masalah
kebudayaan adalah segala system/tata nilai, sikap mental, pola berfikir pola
tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi warga
masyarakat secara keseluruhan. Masalah tata nilai dapat menimbulkan kasus-kasus
kemasyarakatan antara lain : DEHUMANISASI, artinya pengurangan arti kemanusiaan
seseorang. Jadi kita melihat Dehumanisasi terjadi akibat perubahan sikap
manusia sebagai dampak dari penyimpangan tujuan pengembangan kebudayaan. Untuk
mengantisipasi hal itu, manusia harus dikenalkan pada pengetahuan kebudayaan
dan filsafat. Melalui filsafat bias memaknai tentang etika, estetika dan
logika.
Jadi melalui
kajian pengetahuan budaya, kita ingin menciptakan atau penertiban dan
pengolahan nilaii-nilai insane sebagai usaha memanusiakan diri dalam alam
lingkungannya baik secara fisik maupun mental. Manusia memanusiakan dirinya dan
lingkungannya, artinya manusia membudayakan alam, memanusiakan hidup dan
menyempurnakan hubungan insane.
a. Masalah Dalam Kebudayaan
Gabungan
dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya menyeluruh
(culture universal). Terjadinya unsur-unsur budaya tersebut dapat melalui
discovery (penemuan atau usaha yang disengaja untuk menemukan hal-hal
baru). Masalah yang muncul dari kejadian ini adalah perubahan bersifat
regress (kemunduran) dan atau perubahan melalui revolusi.
Contoh
masalah kebudayaan yang terjadi dalam kehidupan saat ini, antara lain:
1.
Pemerintah lebih mengutamakan budaya konsumtif warga
negaranya
2.
Pemakaian produk luar negeri lebih mendominasi
dibanding produk dalam negeri
3.
Kebudayaan luar yang sebenarnya tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa kita, sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat
4.
Anak bangsa saat ini kurang adanya rasa memiliki
kebudayaan serta melestarikan warisan budaya nenek moyang kita
b. Upaya Mengatasi Masalah Kebudayaan
Kebudayaan
yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut
sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah
laku. Dari beberapa contoh masalah kebudayaan tersebut, maka upaya yang
dapat kita lakukan antara lain:
1. Pemerintah
harus mampu memfasilitasi serta membekali warga negaranya dengan SDM yang
memadai, agar dapat menghasilkan produk yang mampu bersaing dengan produk luar
negeri
2. Pemerintah
harus menekan masuknya produk asing ke dalam negeri
3. harus
menyaring segala bentuk kebudayaan yang masuk dalam kehidupan kita, sehingga
tidak merusak moral bangsa
4. Pemerintah
harus mengadakan penyuluhan atau pembenahan pola pikir anak bangsa, sehingga
timbul kesadaran akan pentingnya menjaga serta melestarikan kebudayaan yang
kita miliki
4. Pengaruh kebudayaan
a.
Perkembangan kebudayaan
Perkembangan
Budaya Indonesia kalau kita berbicara tentang kebudayaan bangsa Indonesia
biasanya akan membanggakan candi Borobudur, Prambanan, musik gamelan dan
berbagai warisan budaya nenek moyang berabad-abad yang lalu. Jarang yang
menyebut karya-karya para seniman kontemporer. Mungkin juga memang benar
prestasi bangsa kita dalam bidang kesenian kontemporer belum ada yang dapat
diketengahkan dalam percaturan dunia.
Demikian
pula masyarakat dan kebudayaan Indonesia pernah berkembang dengan pesatnya
dimasa lampau, walaupun perkembangannya akhir-akhir ini agak tertinggal apabila
dibandingkan dengan perkembangan di negeri maju lainnya. Betapapun, masyarakat
dan kebudayaan Indonesia yang beranekaragam itu tidak pernah mengalami
kemandegan sebagai perwujudan tanggapan aktif masyarakat terhadap tantangan
yang timbul akibat perubahan lingkungan dalam arti luas maupun pergantian
generasi.
Kebudayaan
Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi
oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan
kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu
dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan
yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad
ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai,
sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan
Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi
perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya).
Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang
datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap
dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan
lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu
akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan
Betawi.
Batik adalah
salah satu kebudayaan dari Indonesia, batik merupakan kerajinan yang memiliki
nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya
Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan
keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa
lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai
ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang
ini. Dan sekarang ini batik adalah warisan budaya Indonesia. Unesco , Lembaga
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan telah
menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh
Indonesia.
Dengan
adanya peresmian Batik sebagai budaya asli Indonesia, ini membuktikan bahwa
perkembangan budaya di Indonesia akhir-akhir ini semakin meningkat, oleh karena
itu kita sebagai warga Negara Indonesia dan yang mencintai budaya asli
Indonesia sebaiknya kita terus melestarikan budaya asli khas Indonesia. Jangan
sampai budaya asli Indonesia diakui oleh Negara lain dikarenakan oleh warga
negara kita sendiri tidak mau melestarikan budaya kita.
b.
Dampak kebudayaan asing
Ada beberapa
bagian dari budaya indonesia yang di klaim oleh negara lain. Berikut, data dari
budaya yang di klaim oleh negara lain:
1. Naskah kuno
dari Sulawesi Tenggara oleh pemerintah Malaysia
2. Rendang dari
Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
3. Sambal Bajak
dari Jawa Tengah oleh oknum WN Belanda
4. Sambal Petai
dari Riau oleh oknum WN Belanda
5. Tempe dari
Jawa oleh beberapa perusahaan asing
6. Lagu Rasa
Sayange dari Maluku oleh pemerintah Malaysia
c.
Pengaruh bagi kehidupan sehari-hari
kita sadari bahwa dari sebagian banyak orang tahu
tentang arti dari sebuah kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan salah satu
acuan hidup kita untuk menjadi seseorang yang ingin lebih dipandang, baik itu
dari kebudayaan barat maupun dari kebudayaan daerah. Maka dari itu tidak dapat
dipungkiri , bahwa peradaban yang lebih maju akan sangat berpengaruh terhadap
peradaban yang berkembang belakangan. Seperti budaya barat yang terus berproses
dinamis dan teruji yang akan berpengaruh terhadap peradaban lain, Peradaban
timur misalnya.
kita tahu bahwa pengaruh interaksi dengan budaya barat
mewarnai kehidupan bangsa indonesia. Karena budaya barat dianggap sebagai ciri
khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan indonesia. Padahal belum tentu sesuai
dengan kebutuhan situasi dan kondisi masyarakatnya sendiri.
Misalanya saja kebudayaan yang tidak baik terhadap
kepribadian, contohnya budaya pergaulan bebas gaya barat yang mempengaruhi
kepribadian kita menjadi liar dan susah diatur, selalu saja ingin hidup bebas
tanpa aturan, serta gaya hidup malam yang sangat disenangi oleh kaum pria
maupun wanita. Jadi inilah efek dari kebudayaan barat yang telah masuk dalam
suatu bangsa Indonesia yang mayoritas dicontoh oleh para kaum remaja.
Jadi pada intinya kita tidak bisa menutup berbagai sumber
kebudayaan dari luar, oleh karena itu sebaiknya kita filter yang ada dalam diri
kita sendiri. Baik buruknya suatu budaya tergantung dari diri kita untuk
menyikapinya. Karena kebebasan dan kesenangan hidup masyarakat barat tidak
selamanya positif. Banyak kalangan remaja yang sedang mencari jati diri
tergusur oleh tren-tren yang tak pernah berhenti di iklankan sebagai suatu gaya
hidup yang menyenangkan dan mendunia. Serta banyak norma-norma masyarakat
pribumi di indonesia yang terkikis dalam generasi mudanya.
d.
Dampak positif
Dengan
adanya Kemajuan dalam bidang teknologi dan peralatan hidup, masyarakat pada
saat ini dapat bekerja secara cepat dan efisien karena adanya peralatan yang
mendukungnya sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih baik lagi.
Lebih lanjut lagi dampak positif dalam globalisasi
misalnya, adalah:
1. Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi.
2. Terjadinya
industrialisasi.
3. Produktifitas
dunia industri semakin meningkat.
4. Persaingan
dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill
dan pengetahuan yang dimiliki.
5. Di bidang
kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi
komoditi.
e.
Dampak negatif
Dapat
menghilangkan kebudayaan asli Indonesia, serta dapat terjadi proses perubahan
social didaerah yang dapat mengakibatkan permusuhan antar suku sehingga rasa
persatuan dan kesatuan bangsa menjadi goyah.
Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Apabila budaya asing masuk ke Indonesia, dan tidak ada lagi kesadaran dari masyarakat untuk mempertahankan dan melestarikannya, dipastikan lagi masyarakat Indonesia tidak akan dapat lagi melihat kebudayaan Indonesia kedepan.
Lebih lanjut lagi mengenai dampak negatif yang ada, misalnya :
1.
Penyalahgunaan Fungsi
bebasnya setiap orang mengakses ataupun menggunakan teknologi, maka dengan mudah juga terjadi penyalahgunaan fungsi dari teknologi tersebut.
bebasnya setiap orang mengakses ataupun menggunakan teknologi, maka dengan mudah juga terjadi penyalahgunaan fungsi dari teknologi tersebut.
2. Pemborosan
Biaya
Teknologi yang tidak akan ada habisnya, akan membuat para penggunanya tidak pernah puas sehingga perlu biaya untuk selalu mengupdate teknologi yang mereka miliki ataupun penggunaan teknologi komunikasi yang makin meluas juga diikuti penambahan biaya.
Teknologi yang tidak akan ada habisnya, akan membuat para penggunanya tidak pernah puas sehingga perlu biaya untuk selalu mengupdate teknologi yang mereka miliki ataupun penggunaan teknologi komunikasi yang makin meluas juga diikuti penambahan biaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar